Rabu, 09 Januari 2013

Tugas Kelompok Mata Kuliah Etika Bisnis


Nama : Siti Diah Ayu Pratiwi
Npm : 11209489
Kelas : 4 EA 15
Tugas Kelompok
Universitas Gunadarma

1.      Syarat Bagi Tanggung Jawab Moral
Tanggung jawab moral diantisipasi untuk tidak hanya pada penilaian tentang benar atau salah. Kadang-kadang, mereka dimaksudkan untuk menentukan apakah pada seseorang atau organisasi secara moral bertanggung jawab karena telah melakukan sesuatu yang salah. Orang tidak selalu bersalah atas tindakan mereka salah atau merugikan: tanggung jawab moral tersebut terjadi hanya ketika seseorang dengan sengaja dan secara bebas bertindak dengan cara yang tidak bermoral atau gagal untuk bertindak dalam cara yang moral.
Orang yang memiliki tanggung jawab moral untuk tindakan disebut agen moral. Agen mampu merefleksikan situasi mereka, membentuk niat tentang bagaimana mereka akan bertindak, dan kemudian melakukan tindakan itu. Kehendak bebas merupakan isu penting dalam perdebatan tentang apakah orang pernah bertanggung jawab moral atas tindakan mereka.
Tanggung jawab moral belum tentu sama dengan tanggung jawab hukum . Seseorang secara hukum bertanggung jawab untuk sebuah event ketika itu adalah bahwa orang yang bertanggung jawab akan dihukum dalam sistem pengadilan untuk sebuah event. Meskipun mungkin sering terjadi bahwa ketika seseorang secara moral bertanggung jawab atas suatu tindakan, mereka juga bertanggung jawab secara hukum untuk itu, kedua negara tidak selalu bertepatan.
Tanggung jawab moral di tempat kerja melindungi pekerja, pelanggan dan bisnis. Sebuah perusahaan berkomitmen untuk tanggung jawab moral dan etika yang kuat biasanya lebih kecil kemungkinannya untuk terlibat dalam praktek bisnis yang teduh, memperlakukan karyawannya tidak adil atau mengambil keuntungan dari pelanggan. Contoh tanggung jawab moral di tempat kerja dapat span peristiwa atau keputusan bisnis.
Ketidakmampuan dan ketidaktahuan untuk melakukan dua kondisi, yang disebut memaafkan kondisi yang sepenuhnya memberantas tanggung jawab moral seseorang untuk menyebabkan cedera yang salah. Namun ketidakmampuan dan ketidaktahuan tidak selalu memaafkan seseorang. Ketika seseorang sengaja membuat dirinya bodoh untuk lari dari tanggung jawab, ketidaktahuan yang tidak alasan cedera salah. Seseorang secara moral bertanggung jawab untuk cedera atau salah jika:
1. Orang disebabkan atau membantu menyebabkannya, atau gagal untuk mencegahnya ketika dia bisa dan harus memiliki;
2. Orang melakukannya dari kehendak bebasnya sendiri.
3. Orang itu sehingga mengetahui apa yang dia lakukan;
Ketidaktahuan bisa menyangkut standar moral yang relevan atau fakta yang relevan. Biasanya, ketidaktahuan fakta eradicates tanggung jawab moral. Hal ini karena tanggung jawab moral memerlukan kebebasan, yang tidak mungkin dalam kasus ketidaktahuan fakta yang relevan. Ketidakmampuan menghilangkan tanggung jawab karena seseorang tidak dapat memiliki kewajiban moral untuk melakukan sesuatu di mana ia memiliki kendali. Seseorang tidak moral bersalah karena cedera atau salah jika:
1. Orang tidak menimbulkan cedera atau salah kehendak bebasnya sendiri;
2. Orang tidak tahu ia menimbulkan cedera atau salah;
3. Orang tidak menyebabkan dan tidak bisa mencegah cedera atau salah;
Selain kondisi memaafkan, ada tiga faktor yang membenarkan mengurangi tanggung jawab moral. Mereka adalah:
1. Keadaan yang meninggalkan orang pasti (tapi tidak yakin) tentang apa yang dia lakukan;
2. Keadaan yang meminimalkan (tapi tidak menghapus) keterlibatan seseorang dalam suatu tindakan.
3. Keadaan yang membuat sulit (tapi tidak mustahil) bagi orang untuk menghindari melakukan hal itu;
Luasan yang situasi ini jelas dapat mengurangi tanggung jawab agen ini tergantung pada kesungguhan cedera. Biasanya, semakin serius cedera, semakin sedikit keadaannya akan mengurangi tanggung jawab.


  1. Status Perusahaan
Perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya semua faktor produksi. Setiap perusahaan ada yang terdaftar di pemerintah dan ada pula yang tidak. Bagi perusahaan yang terdaftar di pemerintah, mereka mempunyai badan usaha untuk perusahaannya. Badan usaha ini adalah status dari perusahaan tersebut yang terdaftar di pemerintah secara resmi.
Jenis-Jenis Perusahaan
Jenis perusahaan berdasarkan lapangan usaha:
  • perusahaan ekstraktif adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengambilan kekayaan alam
  • perusahaan agraris perusahaan yang bekerja dengan cara mengolah lahan/ladang
  • perusahaan industri perusahaan yang menghasilkan barang setengah jadi menjadi barang matang
  • perusahaan perdagangan perusahaan yang bergerak dalam hal perdagangan
  • perusahaan jasa perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa
Jenis perusahaan berdasarkan kepemilikan:
  • perusahaan negara
  • perusahaan swasta
Unsur-unsur perusahaan
  • Badan usaha
  • Kegiatan dalam bidang perekonomian
  • Terus menerus
  • Bersifat tetap
  • Terang-terangan
  • Keuntungan dan atau laba
  • Pembukuan

Perusahaan multinasional
Menyusul suksesnya model perusahaan dalam tingkatan nasional, banyak perusahaan telah menjadi transnasional atau perusahaan multinasional: tumbuh melewati batasan nasional untuk mendapatkan posisi kuasa dan pengaruh yang luar biasa dalam proses globalisasi. Biasanya perusahaan transnasional atau multinasional dapat masuk ke pemilikan dan pengaturan bertumpuk, dengan banyak cabang dan garis di berbagai daerah, banyak sub-grup terdiri dari perusahaan dengan hak mereka sendiri. Dalam penyebaran perusahaan dalam banyak benua, pentingya budaya perusahaan telah tumbuh sebagai faktor penyatu dan penambah ke sensibilitas dan kewaspadaan budaya lokal nasional.
  1. Lingkup Tanggung jawab Sosial
            Kalau pada akhirnya bisa diterima bahwa perusahaan mempunyai tanggung jawab moral dan social, pertanyaan menarik yang perlu dijawab adalah apa sesungguhnya tanggung jawab social dan moral perusahaan itu. Apa saja yang termauk dalam apa yang kita kenal sebagai tanggung jawab sosial perusahaan?. Dengan kata lain, manakah lingkup dari tanggung jawab sosial dan moral suatu perusahaan itu?
            Pada tempat pertama harus dikatakan bahwa tanggung jawab sosial menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap kepentingan pihak-pihak lain secara lebih luas dari pada sekadar terhadap kepentingan perusahaan belaka. Dengan konsep tanggung jawab sosial perusahaan mau dikatakan bahwa kendati secara moral adalah baik bahwa perusahaan mengejar keuntungan , tidak dengan sendirinya perusahaan dibenarkan untuk mencapai keuntungan itu dengan mengorbankan kepentingan pihak-pihak lain . Artinya, keuntungan dalam bisnis tidak mesti dicapai dengan mengorbankan kepentingan pihak lain, termasuk kepentingan masyarakat luas.
            Dengan demikian, dengan konsep tanggung jawab sosial dan moral perusahaan mau dikatakan bahwa suatu perusahaan harus bertanggung jawab atas tindakan dan kegiatan bisnisnya yang mempunyai pengaruh atas orang – orang tertentu, masyarakat srta lingkungan di mana perushaan itu beropersi. Secara positif ini berarti perusahaan harus menjalankan  kegiatan bisnisnya sedemikian rupa sehingga pada akhirnya akan dapat ikut menciptakan suatu masyarakat yang baik dan sejahtera. Konsep tanggung jawab sosial perusahaan sesungguhnya mengacu pada kenyataan, sebagaimana telah dikatakan diatas bahwa perusahaan adalah badan hukum yang dibentuk oleh manusia dan terdiri dari manusia.
Dalam perkembangan etika bisnis yang lebih mutakhir, muncul gagasan yang lebih komprehensif mengenai lingkup tanggung jawab sosial perusahaan ini. Sampai sekarang ada empat bidang yang dianggap dan diterima sebagai termasuk  dalam apa yang disebut sebagai tanggung jawab sosial perusahaan.
Pertama, keterlibatan perusahaan dalam kegiatan-kegiatan sosial yang berguna bagi kepentinganm masyarakat luas. Keterlibatan perusahaan dalam kegiatan sosial ini secara tradisional dianggap sebagai wujud paling pokok, bahkan satu-satunya, dari apa yang disebut sebagai tanggung jawab sosial perusahaan.
Kedua, perusahaan telah diuntungkan dengan mendapat hyak untuk mengelola sumber daya alam yang ada dalam masyarakat tersebut dengan mendapatkan keuntungan- keuntungan bagi perusahaan tersebut. Demikian pula, sampai tingkat tertentu, masyarakat telah menyediakan tenaga-tenaga professional bagi perusahaan yang sangat berjasa mengembangkan perusahaan tersebut. Karena itu keterlibatan sosial merupakan semacam balas jasa terhadap masyarakat.
Ketiga, dengan tanggung jawab sosial, perusahaan memperlibatkan komitmen moralnya untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan bisnis tertentu yang dapat merugikan kepentingan masyarakat luas.
Keempat, dengan keterlibatan sosial, perusahaan tersebut manjalin hubungan sosial yang lebih baik dengan masyarakat dan dengan demikian perusahaan tersebut akan lebih diterima kehadiranya dalam masyarakat tersebut.  
•      Keterlibatan perusahaan dalam kegiatan sosial yang berguna bagi kepentingan masyarakat luas
•      Keuntungan ekonomis

4.      Argumen yang menentukan keterlibatan social
•      Tujuan utama Bisnis adalah Mengejar Keuntungan Sebesar-besarnya
•      Tujuan yang terbagi-bagi dan Harapan yang membingungkan
Adalah bahwa keterlibatan sosial sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan akan menimbulkan minat dan perhatian yang bermacam ragam, yang pada akhirnya akan mengalihkan, bahkan mengacaukan perhatian para pemimpin perusahaan. Asumsinya, keberhasilan perusahaan dalam bisnis modern penuh persaingan yang ketat sangat ditentukan oleh konsentrasi seluruh perusahaan, yang ditentukan oleh pemimpin perusahaan.
•      Biaya Keterlibatan Sosial
Keterlibatan sosial sebagai wujud dari tanggung jawab sosial perusahaan malah dianggap memberatkan masyarakat, alasanya, biaya yang digunakan untuk keterlibatan sosial perusaan itu bukan biaya yang disediakan oleh perusaahan itu,melainkan merupakan biaya yang telah diperhitungkan sebagai salah satu komponen dalam harga barang dan jasa yang ditawarkan dalam pasar.
•      Kurangnya Tenaga Terampil di Bidang Kegiatan Sosial

5. Argumen yang Menentang Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan
1.Perusahaan adalah lembaga ekonomi yang tujuan utamanya mengejar keuntungan, bukan merupakan lembaga sosial.
Argumen paling keras yang menentang keterlibatan perusahaan dalam kegiatan sosial sebagai wujud implementasi CSR ialah paham dasar bahwa tujuan utama perusahaan adalah mengejar keuntungan sebesar-besarnya. Itu berarti segala sumber daya perusahaan yang ada harus digunakan sehemat dan seefisien mungkin untuk memperoleh keuntungan sebesarbesarnya. Maka, konsep mengenai keterlibatan perusahaan dalam berbagai kegiatan sosial harus ditentang karena akan menimbulkan ketidakefisienan dalam banyak aspek.
2.Perhatian manajemen perusahaan akan terpecah dan membingungkan bila perusahaan dibebani banyak tujuan.
Keberhasilan perusahaan dalam bisnis modern penuh persaingan ketat yang sangat ditentukan oleh konsentrasi seluruh bidang dalam perusahaan terutama konsentrasi pimpinan perusahaan. Keterlibatan sosial sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan membutuhkan perhatian tersendiri dari pimpinan perusahaan, hingga kemudian akan mengalihkan bahkan mengacaukan perhatian. Perhatian yang terbagi-bagi dan membingungkan pada akhirnya bisa merugikan perusahaan karena akan menurunkan kinerja keseluruhan perusahaan. Demikian pula sekali perusahaan terlibat dalam kegiatan sosial, maka semakin banyak tuntutan dan permintaan akan keterlibatan sosial yang mengganggu core business perusahaan.
3.Biaya kegiatan sosial akan ditambahkan pada harga produk sehingga akan merugikan masyarakat itu sendiri.
Alasan dari argumen ini yakni biaya yang digunakan untuk keterlibatan sosial perusahaan bukanlah biaya yang disediakan oleh perusahaan, melainkan biaya yang telah diperhitungkan sebagai salah satu komponen dalam harga barang dan jasa yang ditawarkan dalam pasar. Sehingga pada akhirnya yang akan menanggung biaya keterlibatan sosial ialah masyarakat terutama konsumen itu sendiri.
Secara eksternal, permasalahan biaya kegiatan sosial ini akan melemahkan daya saing perusahaan dalam bisnis global karena harga yang ditawarkan perusahaan tersebut lebih tinggi dari perusahaan lain yang tidak mengenakan biaya untuk kegiatan sosial.
4.Kurangnya tenaga terampil dalam menjalankan kegiatan sosial.
Keterlibatan perusahaan dalam kegiatan sosial berarti perusahaan menekuni kegiatan yang bersifat moral dan sosial. Padahal jajaran pimpinan perusahaan tidak terampil dalam kegiatan semacam itu. Mereka hanya profesional dalam bidang bisnis dan ekonomi.
Sehingga akan diperlukan staf tambahan untuk menangani keterlibatan sosial perusahaan. Tuntutan agar perusahaan ikut dalam upaya kemajuan masyarakat sulit dipenuhi.
B.Argumen yang Mendukung Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan
1.Kesadaran masyarakat yang meningkat dan makin kritis terhadap dampak negatif dari tindakan perusahaan yang merusak alam serta merugikan masyarakat sekitar.
Setiap kegiatan bisnis dimaksudkan untuk mendatangkan keuntungan sebesar-besarnya.
Namun, perusahaan harus tetap peka terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat. Saat ini masyarakat memang masih membutuhkan barang dan jasa dengan mutu yang baik dan harga kompetitif. Tetapi masyarakat juga menuntut agar barang tersebut diproduksi dengan menghargai hak dan kepentingan karyawan serta wajib ramah lingkungan. Hal ini seiring dengan mencuatnya kesadaran terhadap HAM dan global warming.
Jadi, keterlibatan sosial kendati benar dapat mengganggu fokus manajemen dalam upaya meraih keuntungan sebesar-besarnya, namun tidak benar akan melemahkan kinerja perusahaan. Justru akan menunjang kelangsungan dan keberhasilan perusahaan tersebut.
2.Sumber daya alam makin terbatas.
Argumen ini berdasarkan kenyataan bahwa bumi memiliki sumber daya alam yang terbatas. Bisnis justru berlangsung dalam kondisi ini, yang berarti harus dapat memanfaatkan secara bertanggungjawab dan bijaksana sumber daya alam yang terbatas itu demi memenuhi kebutuhan manusia.
Maka, bisnis diharapkan tidak hanya mengeksploitasi sumber daya alam demi keuntungan ekonomis semata, melainkan juga melakukan kegiatan sosial tertentu yang bertujuan untuk memelihara sumber daya alam. Kegiatan sosial tersebut tampaknya dapat melemahkan efisiensi perusahaan, namun tak sepenuhnya benar. Kepedulian khususnya terhadap kelestarian sumber daya alam yang ada akan mendorong penggunaan sumber daya alam secara efisien.
3.Menciptakan lingkungan sosial yang lebih baik.
Bisnis berlangsung dalam suatu lingkungan sosial yang mendukung kelangsungan dan keberhasilan bisnis itu untuk masa yang panjang. Ini berimplikasi etis bahwa bisnis memiliki kewajiban dan tanggung jawab moral dan sosial untuk memperbaiki lingkungan sosialnya ke arah lebih baik.
Keterlibatan sosial perusahaan dalam membantu memperbaiki keadaan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar, misalnya memberi pelatihan dan menampung tenaga kerja dari masyarakat sekitar maka besar kemungkinan masyarakat sekitar akan lebih menerima kehadiran perusahaan. Jika pada akhirnya tingkat kehidupan masyarakat diperbaiki, tentunya akan meningkatkan daya beli masyarakat yang berimbas pada penyerapan produk perusahaan tersebut. Ini merupakan keuntungan tersendiri bagi perusahaan.
4.Perimbangan yang lebih adil dalam memikul tanggung jawab dan kekuasaan.
Bisnis memiliki kekuasaan sosial yang sangat besar. Ia mempengaruhi lingkungan, konsumen, kondisi masyarakat, bahkan kehidupan budaya dan moral masyarakat. Karena itu, tanggung jawab sosial sangat dibutuhkan untuk bisa mengimbangi dan mengontrol kekuasaan bisnis yang besar itu.
Asumsinya, kekuasaan bisnis yang besar dapat menimbulkan tindakan sewenang-wenang bahkan hingga merugikan masyarakat. Sehingga dengan tanggung jawab moral dan sosial atas kehidupan seluruh masyarakat maka kekuasaan bisnis akan dibatasi secara positif.
Lagipula jika perusahaan melakukan bisnis yang merugikan hak dan kepentingan pihak lain, maka pemerintah akan bertindak antara lain dengan mencabut izin usaha perusahaan tersebut atau membatasi ruang gerak kegiatan bisnis perusahaan. Padahal, kebebasan berbisnis ialah hal yang paling didambakan tiap perusahaan.
5.Bisnis memiliki sumber daya yang berguna.
Argumen ini ingin menyampaikan bahwa perusahaan sesungguhnya memiliki sumber daya yang potensial dan bermanfaat bagi masyarakat. Perusahaan memiliki tenaga profesional dalam segala bidang yang dapat disumbangkan bagi kepentingan kemajuan masyarakat.
Mereka yang profesional dalam memecahkan berbagai persoalan bisnis akan bermanfaat untuk membantu memecahkan persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
6.Menciptakan keuntungan jangka panjang.
Keterlibatan perusahaan dalam berbagai kegiatan sosial akan membawa suatu nilai positif bagi perkembangan dan kelangsungan bisnis jangka panjang.
Pendidikan karyawan, kelestarian lingkungan, perbaikan prasarana umum, dan perbaikan kesehatan lingkungan mungkin memerlukan biaya yang besar tetapi termasuk dalam investasi yang akan menguntungkan perusahaan tersebut karena kegiatan-kegiatan itu ikut menciptakan iklim sosial politik yang kondusif bagi kelangsungan bisnis.
Biaya kegiatan sosial tersebut tidak selalu dikenakan pada harga produk yang ditawarkan ke pasar. Banyak perusahaan justru menyisihkan sebagian keuntungannya untuk kegiatan sosial ini sebagai semacam balas jasa atas kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan tersebut. Ini pada akhirnya akan menjalin ikatan batin antara perusahaan dan masyarakat.
Dengan adanya tanggung jawab sosial perusahaan akan terbentuk sebuah citra yang lebih positif tentang profesi bisnis. Bisnis tidak lagi menjadi tampil sebagai profesi yang kotor dan curang atau monster menakutkan yang tak bisa dihindari.pelaku bisnis pun lalu tampil sebagai orang-orang profesional yang tidak hanya mengejar keuntungan, melainkan juga sebagai orang yang punya komitmen moral pada hak dan kepentingan orang lain.
6. Implementasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Saat ini sudah banyak perusahaan yang menerapkan program program tanggung jawab sosial. Mulai dari perusahaan yang terpaksa menjalankan program tanggung jawab sosial-nya karena peraturan yang ada, sampai perusahaan yang benar-benar serius dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dengan mendirikan yayasan khusus untuk program program tanggung jawab sosial mereka. Berdasarkan konsep Triple Bottom Line (John Elkington, 1997) atau tiga faktor utama operasi dalam kaitannya dengan lingkungan dan manusia (People, Profit, and Planet), program tanggung jawab sosial penting untuk diterapkan oleh perusahaan karena keuntungan perusahaan tergantung pada masyarakat dan lingkungan.
Perusahaan tidak bisa begitu saja mengabaikan peranan stakeholders (konsumen, pekerja, masyarakat, pemerintah, dan mitra bisnis) dan shareholders dengan hanya mengejar profit semata. Jika perusahaan mengabaikan keseimbangan Triple Bottom Line maka akan terjadi gangguan pada manusia dan lingkungan sekitar perusahaan yang dapat menimbulkan reaksi seperti demo masyarakat sekitar atau kerusakan lingkungan sekitar akibat aktifitas perusahaan yang mengabaikan keseimbangan tersebut. Jadi, ada atau tidaknya sebuah peraturan yang mewajibkan sebuah perusahaan yang menjalankan program tanggung jawab sosial atau tidak sebenarnya tidak akan terlalu membawa perubahan karena jika perusahaan tidak menjaga keseimbangan antara people, profit, dan planet maka cepat atau lambat pasti akan timbul reaksi dari pihak yang dirugikan kepada perusahaan tersebut.
Banyak cara bisa dilakukan perusahaan untuk menerapkan program tanggung jawab sosial dan tetap menjaga keseimbangan Triple Bottom Line. Beberapa contoh perusahaan yang telah menerapkan program program tanggung jawab sosial antara lain :
PT Freeport Indonesia mengklaim telah menyediakan layanan medis bagi masyarakat Papua melalui klinik-klinik kesehatan dan rumah sakit modern di Banti dan Timika. Di bidang pendidikan, PT Freeport menyediakan bantuan dana pendidikan untuk pelajar Papua, dan bekerja sama dengan pihak pemerintah Mimika melakukan peremajaan gedung-gedung dan sarana sekolah. Selain itu, perusahaan ini juga melakukan program pengembangan wirausaha seperti di Komoro dan Timika.
Melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan, Pertamina terlibat dalam aktivitas pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat, terutama di bidang pendidikan, kesehatan dan lingkungan. Pada aspek pendidikan, BUMN ini menyediakan beasiswa pelajar mulai dari tingkatan sekolah dasar hingga S2, maupun program pembangunan rumah baca, bantuan peralatan atau fasilitas belajar. Sementara di bidang kesehatan Pertamina menyelanggarakan program pembinaan posyandu, peningkatan gizi anak dan ibu, pembuatan buku panduan untuk ibu hamil dan menyusui dan berbagai pelatihan guna menunjang kesehatan masyarakat. Sedangkan yang terkait dengan persoalan lingkungan, Pertamina melakukan program kali bersih dan penghijauan seperti pada DAS Ciliwung dan konservasi hutan di Sangatta.
PT HM Sampoerna, salah satu perusahaan rokok besar di negeri ini juga menyediakan beasiswa bagi pelajar SD, SMP, SMA maupun mahasiswa. Selain kepada anak-anak pekerja PT HM Sampoerna, beasiswa tersebut juga diberikan kepada masyarakat umum. Selain itu,melalui program bimbingan anak Sampoerna, perusahaan ini terlibat sebagai sponsor kegiatan-kegiatan konservasi dan pendidikan lingkungan.
PT Coca Cola Bottling Indonesia melalui Coca Cola Foundation melakukan serangkaian aktivitas yang terfokus pada bidang-bidang: pendidikan, lingkungan, bantuan infrastruktur masyarakat, kebudayaan, kepemudaan, kesehatan, pengembangan UKM, juga pemberian bantuan bagi korban bencana alam.
PT Bank Central Asia, Tbk berkolaborasi dengan PT Microsoft Indonesia menyelenggarakan pelatihan IT bagi para guru SMP dan SMA negeri di Tanggamus, Lampung. Pelatihan ini sebagai pelengkap dari pemberian bantuan pendirian laboratorium komputer untuk beberapa SMP dan SMA di Gading Rejo, Tanggamus yang merupakan bagian dari kegiatan dalam program Bakti BCA.
Astra Group, melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra menyebutkan bahwa mereka telah melakukan program pemberdayaan UKM melalui peningkatan kompetensi dan kapasitas produsen. Termasuk di dalam program ini adalah pelatihan manajemen, studi banding, magang, dan bantuan teknis. Di luar itu, grup Astra juga mendirikan Yayasan Toyota dan Astra yang memberikan bantuan pendidikan. Yayasan ini kemudian mengembangkan beberapa program seperti: pemberian beasiswa, dana riset, mensponsori kegiatan ilmiah universitas, penerjemahan dan donasi buku-buku teknik, program magang dan pelatihan kewirausahaan di bidang otomotif.

Referensi :
fitr http://srisulistyawati.blogspot.com/2012/10/bab-5-tanggung-jawab-sosial-perusahaan.htmlinugraheni.files.wordpress.com/2011/08/csr.doc
http://en.wikipedia.org/wiki/Moral_responsibility
http://www.expertsmind.com/learning/moral-responsibility-and-blame-assignment-help-7342873744.aspx
id.wikipedia.org/wiki/Perusahaan

Senin, 12 November 2012

Tugas Etika Bisnis 3


Nama : Siti Diah Ayu Pratiwi
Npm : 11209489
Kelas : 4 EA 15
Univesitas Gunadarma

Lingkup Tanggung jawab Sosial
            Kalau pada akhirnya bisa diterima bahwa perusahaan mempunyai tanggung jawab moral dan social, pertanyaan menarik yang perlu dijawab adalah apa sesungguhnya tanggung jawab social dan moral perusahaan itu. Apa saja yang termauk dalam apa yang kita kenal sebagai tanggung jawab sosial perusahaan?. Dengan kata lain, manakah lingkup dari tanggung jawab sosial dan moral suatu perusahaan itu?
      Pada tempat pertama harus dikatakan bahwa tanggung jawab sosial menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap kepentingan pihak-pihak lain secara lebih luas dari pada sekadar terhadap kepentingan perusahaan belaka. Dengan konsep tanggung jawab sosial perusahaan mau dikatakan bahwa kendati secara moral adalah baik bahwa perusahaan mengejar keuntungan , tidak dengan sendirinya perusahaan dibenarkan untuk mencapai keuntungan itu dengan mengorbankan kepentingan pihak-pihak lain . Artinya, keuntungan dalam bisnis tidak mesti dicapai dengan mengorbankan kepentingan pihak lain, termasuk kepentingan masyarakat luas.
            Dengan demikian, dengan konsep tanggung jawab sosial dan moral perusahaan mau dikatakan bahwa suatu perusahaan harus bertanggung jawab atas tindakan dan kegiatan bisnisnya yang mempunyai pengaruh atas orang – orang tertentu, masyarakat srta lingkungan di mana perushaan itu beropersi. Secara positif ini berarti perusahaan harus menjalankan  kegiatan bisnisnya sedemikian rupa sehingga pada akhirnya akan dapat ikut menciptakan suatu masyarakat yang baik dan sejahtera. Konsep tanggung jawab sosial perusahaan sesungguhnya mengacu pada kenyataan, sebagaimana telah dikatakan diatas bahwa perusahaan adalah badan hukum yang dibentuk oleh manusia dan terdiri dari manusia.
      Dalam perkembangan etika bisnis yang lebih mutakhir, muncul gagasan yang lebih komprehensif mengenai lingkup tanggung jawab sosial perusahaan ini. Sampai sekarang ada empat bidang yang dianggap dan diterima sebagai termasuk  dalam apa yang disebut sebagai tanggung jawab sosial perusahaan.
Pertama, keterlibatan perusahaan dalam kegiatan-kegiatan sosial yang berguna bagi kepentinganm masyarakat luas. Keterlibatan perusahaan dalam kegiatan sosial ini secara tradisional dianggap sebagai wujud paling pokok, bahkan satu-satunya, dari apa yang disebut sebagai tanggung jawab sosial perusahaan.
Kedua, perusahaan telah diuntungkan dengan mendapat hyak untuk mengelola sumber daya alam yang ada dalam masyarakat tersebut dengan mendapatkan keuntungan- keuntungan bagi perusahaan tersebut. Demikian pula, sampai tingkat tertentu, masyarakat telah menyediakan tenaga-tenaga professional bagi perusahaan yang sangat berjasa mengembangkan perusahaan tersebut. Karena itu keterlibatan sosial merupakan semacam balas jasa terhadap masyarakat.
Ketiga, dengan tanggung jawab sosial, perusahaan memperlibatkan komitmen moralnya untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan bisnis tertentu yang dapat merugikan kepentingan masyarakat luas.
Keempat, dengan keterlibatan sosial, perusahaan tersebut manjalin hubungan sosial yang lebih baik dengan masyarakat dan dengan demikian perusahaan tersebut akan lebih diterima kehadiranya dalam masyarakat tersebut.  
•      Keterlibatan perusahaan dalam kegiatan sosial yang berguna bagi kepentingan masyarakat luas
•      Keuntungan ekonomis


Argumen yang menentukan keterlibatan social

•      Tujuan utama Bisnis adalah Mengejar Keuntungan Sebesar-besarnya
•      Tujuan yang terbagi-bagi dan Harapan yang membingungkan
Adalah bahwa keterlibatan sosial sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan akan menimbulkan minat dan perhatian yang bermacam ragam, yang pada akhirnya akan mengalihkan, bahkan mengacaukan perhatian para pemimpin perusahaan. Asumsinya, keberhasilan perusahaan dalam bisnis modern penuh persaingan yang ketat sangat ditentukan oleh konsentrasi seluruh perusahaan, yang ditentukan oleh pemimpin perusahaan.
•      Biaya Keterlibatan Sosial
Keterlibatan sosial sebagai wujud dari tanggung jawab sosial perusahaan malah dianggap memberatkan masyarakat, alasanya, biaya yang digunakan untuk keterlibatan sosial perusaan itu bukan biaya yang disediakan oleh perusaahan itu,melainkan merupakan biaya yang telah diperhitungkan sebagai salah satu komponen dalam harga barang dan jasa yang ditawarkan dalam pasar.
•      Kurangnya Tenaga Terampil di Bidang Kegiatan Sosial

Sumber :
fitrhttp://srisulistyawati.blogspot.com/2012/10/bab-5-tanggung-jawab-sosial-perusahaan.htmlinugraheni.files.wordpress.com/2011/08/csr.doc

Senin, 05 November 2012

mata kuliah etika bisnis


Nama : Siti Diah Ayu Pratiwi
Npm : 11209489
Kelas : 4 EA 15
Tulisan : Utiliarianisme
Dosen :

Utilitarianisme
Utilitarianisme berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number”, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar.

Utilitarianisme , teori ini cocok sekali dengan pemikiran ekonomis, karena cukup dekat dengan Cost-Benefit Analysis. Manfaat yang dimaksudkan utilitarianisme bisa dihitung sama seperti kita menghitung untung dan rugi atau kredit dan debet dalam konteks bisnis

Utilitarianisme, dibedakan menjadi dua macam :

1. Utilitarianisme Perbuatan (Act Utilitarianism)
2. Utilitarianisme Aturan (Rule Utilitarianism)

Prinsip dasar utilitarianisme (manfaat terbesar bagi jumlah orang terbesar) diterpakan pada perbuatan.
Utilitarianisme aturan membatasi diri pada justifikasi aturan-aturan moral.Beberapa pandangan yang mendukung teori ini, menyatakan bahwa daya tarik pendekatan utilitarian terutama didasarkan pada nilai-nilai positif dari etika ini, yaitu rasionalitas, kebebasan, dan universalitas. Pertama, prinsip moral dari etika utilitarianisme yang didasarkan pada kriteria yang rasional, memungkinkan dasar yang jelas dan langsung untuk formulasi maupun menguji kebijakan atau tindakan. Dalam hal ini utilitarian tidak meminta kita untuk menerima aturan, kebijakan, atau prinsip tanpa alasan. Tetapi, meminta kita untuk menguji nilainya secara rasional terhadap standar manfaat. Kedua, utilitarianisme mengasumsikan kebebasan setiap orang dalam berperilaku dan bertindak. Kebebasan yang dimaksud dalam hal ini kebebasan memilih alternative tindakan yang dirasa memberikan manfaat sesuai dengan konsep the greatest happiness of the greatest number. Setiap orang bebas dalam berperilaku dan bertindak sesuai dengan pemikirannya sendiri, yang dilandasi dengan dasar kriteria yang rasional – dalam hal ini standar manfaat. Keistimewaan yang ketiga adalah universalitasnya. Etika utilitarianisme mengutamakan manfaat atau akibat dari suatu tindakan bagi banyak orang, dan kriteria ini dapat diterima dimana saja dan kapan saja.

Terlepas dari daya tariknya, teori utilitarianisme juga mempunyai kelemahan, antara lain:
a) Manfaat merupakan konsep yang kompleks sehingga penggunaannya sering
menimbulkan kesulitan. Masalah konsep manfaat ini dapat mencakup persepsi dari manfaat itu sendiri yang berbeda-beda bagi tiap orang dan tidak semua manfaat yang dinilai dapat dikuantifikasi yang berujung pada persoalan pengukuran manfaat itu sendiri.

 

b) Utilitarianisme tidak mempertimbangkan nilai suatu tindakan itu sendiri, dan hanya memperhatikan akibat dari tindakan itu. Dalam hal ini utilitarianisme dianggap tidak memfokuskan pemberian nilai moral dari suatu tindakan, melainkan hanya terfokus aspek nilai konsekuensi yang ditimbulkan dari tindakan tersebut. Sehingga dapat dikatakan bahwa utilitarianisme tidak mempertimbangkan motivasi seseorang melakukan suatu tindakan.

 

c) Kesulitan untuk menentukan prioritas dari kriteria etika utilitarianisme itu sendiri, apakah lebih mementingkan perolehan manfaat terbanyak bagi sejumlah orang atau jumlah terbanyak dari orang-orang yang memperoleh manfaat itu walaupun manfaatnya lebih kecil.

 

d) Utilitarianisme hanya menguntungkan mayoritas. Dalam hal ini suatu tindakan dapat dibenarkan secara moral sejauh tindakan tersebut menguntungkan sebagian besar orang, walaupun mungkin merugikan sekelompok minoritas. Dengan demikian, utilitarianisme dapat dikatakan membenarkan ketidakadilan, yaitu bagi kelompok yang tidak memperoleh manfaat.

 

Mengingat disatu pihak utilitarianisme memiliki keunggulan dan nilai positif yang sangat jelas, tetapi di pihak lain punya kelemahan-kelemahan tertentu yang sangat jelas pula, karenahal inilah muncul berbagai perdebatan atas kelemahan tersebut, maka diusulkan utililtarsime dibedakan menjadi dua macam Salah satu pendekatan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah dikenalkannya pembedaan antara utilitarianisme-aturan (rule-utilitarian), dan utilitarianisme-tindakan (act-utilitarian) (Bertens, 2000).

 

Utilitarian-tindakan berpendapat bahwa prinsip dasar utilitarianisme (manfaat terbesar bagi jumlah orang terbesar) diterapkan dalam perbuatan. Prinsip dasar tersebut dipakai untuk menilai kualitas moral suatu perbuatan. Sedangkan utilitarian-aturan berpendapat bahwa suatu aturan moral umum lebih layak digunakan untuk menilai suatu tindakan. Ini berarti yang utama bukanlah apakah suatu tindakan mendatangkan manfaat terbesar bagi banyak orang, melainkan yang pertama-tama ditanyakan apakah tindakan itu memang sesuai dengan aturan moral yang harus diikuti oleh semua orang. Jadi manfaat terbesar bagi banyak orang merupakan kriteria yang berlaku setelah suatu tindakan dibenarkan menurut kaidah moral yang ada. Oleh karena itu, dalam situasi dimana kita perlu mengambil kebijakan atau tindakan berdasarkan teori etika utilitarianisme, perlu menggunakan perasaan atau intuisi moral kita untuk mempertimbangkan secara jujur apakah tindakan yang kita ambil memang manusiawi atau tidak terlepas dari perbedaan persepsi akan konsep manfaat itu sendiri, apakah kita membenarkan tindakan dengan manfaat yang telah kita perkirakan itu.

 

Tanggung jawab sosial perusahaan
Syarat bagi Tanggung Jawab Moral
• Tindakan itu dijalankan oleh pribadi yang rasional
• Bebas dari tekanan, ancaman, paksaan atau apapun namanya
• Orang yang melakukan tindakan tertentu memang mau melakukan tindakan itu

 

Status Perusahaan

Terdapat dua pandangan (Richard T. De George, Business Ethics, hlm.153), yaitu:
• Legal-creator, perusahaan sepenuhnya ciptaan hukum, karena itu ada hanya berdasarkan hukum
• Legal-recognition, suatu usaha bebas dan produktif



Argumen yang Menentang Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan
• Tujuan utama Bisnis adalah Mengejar Keuntungan Sebesar-besarnya
• Tujuan yang terbagi-bagi dan Harapan yang membingungkan
• Biaya Keterlibatan Sosial
• Kurangnya Tenaga Terampil di Bidang Kegiatan Sosial

Argumen yang Mendukung Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan
• Kebutuhan dan Harapan Masyarakat yang Semakin Berubah
• Terbatasnya Sumber Daya Alam
• Lingkungan Sosial yang Lebih Baik
• Perimbangan Tanggung Jawab dan Kekuasaan
•Bisnis Mempunyai Sumber Daya yang Berguna
• Keuntungan Jangka Panjang
Sumber :

http://gunawanwibi-myblog.blogspot.com/2011/10/teori-teori-etika-bisnis-tugas.html

http://nnyhannyhanny.blogspot.com/2012/10/tugas-2-etika-bisnis.html

Minggu, 14 Oktober 2012

Etika Bisnis


Pengertian etika bisnis

Etika adalah suatu cabang dari filosofi yang berkaitan dengan ”kebaikan (rightness)” atau moralitas (kesusilaan) dari perilaku manusia. Dalam pengertian ini etika diartikan sebagai aturan-aturan yang tidak dapat dilanggar dari perilaku yang diterima masyarakat sebagai baik atau buruk. Sedangkan Penentuan baik dan buruk adalah suatu masalah selalu berubah. Etika bisnis adalah standar-standar nilai yang menjadi pedoman atau acuan manajer dan segenap karyawan dalam pengambilan keputusan dan mengoperasikan bisnis yang etik. Paradigma etika dan bisnis adalah dunia yang berbeda sudah saatnya dirubah menjadi paradigma etika terkait dengan bisnis atau mensinergikan antara etika dengan laba. Justru di era kompetisi yang ketat ini, reputasi perusahaan yang baik yang dilandasi oleh etika bisnis merupakan sebuah competitive advantage yang sulit ditiru. Oleh karena itu, perilaku etik penting diperlukan untuk mencapai sukses jangka panjang dalam sebuah bisnis

 Hill dan Jones (1998) menyatakan bahwa etika bisnis merupakan suatu ajaran untuk membedakan antara salah dan benar guna memberikan pembekalan kepada setiap pemimpin perusahaan ketika mempertimbangkan untuk mengambil keputusan strategis yang terkait dengan masalah moral yang kompleks. Lebih jauh ia mengatakan, “Most of us already have a good sense of what is right and what is wrong. We already know that is wrong to take action that put the lives other risk” ("Sebagian besar dari kita sudah memiliki rasa yang baik dari apa yang benar dan apa yang salah. Kita sudah tahu bahwa salah satu untuk mengambil tindakan yang menempatkan risiko kehidupan yang lain.")
Velasques (2002), etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis


Masalah etika dalam bisnis
Masalah etika dalam bisnis dapat diklasifikasikan ke dalam lima kategori yaitu: Suap (Bribery), Paksaan (Coercion), Penipuan (Deception), Pencurian (Theft),Diskriminasi tidak jelas (Unfair discrimination). Yang masing-masing dapat dijelaskansebagai berikut:

1.Suap (Bribery)
,adalah tindakan berupa menawarkan, memberi, menerima, atau meminta sesuatuyang berharga dengan tujuan mempengaruhi tindakan seorang pejabat dalammelaksanakan kewajiban publik. Suap dimaksudkan untuk memanipulasi seseorangdengan membeli pengaruh. 'Pembelian' itu dapat dilakukan baik dengan membayarkansejumlah uang atau barang, maupun 'pembayaran kembali' setelah transaksi terlaksana.

Suap kadangkala tidak mudah dikenali. Pemberian cash atau penggunaan callgirls dapatdengan mudah dimasukkan sebagai cara suap, tetapi pemberian hadiah (gift) tidak selaludapat disebut sebagai suap, tergantung dari maksud dan respons yang diharapkan oleh pemberi hadiah.

2.Paksaan (Coercion),
adalah tekanan, batasan, dorongan dengan paksa atau dengan menggunakan jabatan atau ancaman. Coercion dapat berupa ancaman untuk mempersulit kenaikan jabatan, pemecatan, atau penolakan industri terhadap seorang individu.

3.Penipuan (Deception),
adalah tindakan memperdaya, menyesatkan yang disengaja dengan mengucapkanatau melakukan kebohongan.

4.Pencurian (Theft),
adalah merupakan tindakan mengambil sesuatu yang bukan hak kita ataumengambil property milik orang lain tanpa persetujuan pemiliknya. Properti tersebutdapat berupa property fisik atau konseptual.

5. Diskriminasi tidak jelas (Unfair discrimination),
adalah perlakuan tidak adil atau penolakan terhadap orang-orang tertentu yangdisebabkan oleh ras, jenis kelamin, kewarganegaraan, atau agama. Suatu kegagalan untuk memperlakukan semua orang dengan setara tanpa adanya perbedaan yang beralasanantara mereka yang 'disukai' dan tidak.

Penerapan etika bisnis dalam sehari-hari

 Contoh penerapan etika bisnis dalam perusahaan
 Etika Bisnis itu diterapkan secara internal dan eksternal. Bisnis yang beretika memperlakukan setiap konsumen dan karyawannya dengan bermartabat dan adil. Etika juga diterapkan di dalam ruang rapat direksi, ruang negosiasi, di dalam menepati janji, dalam memenuhi kewajiban terhadap karyawan, buruh, pemasok, pemodal dll. Singkatnya, ruang lingkup etika bisnis itu universal.
 Etika Bisnis itu membutuhkan keuntungan. Bisnis yang beretika adalah bisnis yang dikelola dengan baik, memiliki sistem kendali internal dan bertumbuh. Etika adalah berkenaan dengan bagaimana kita hidup pada saat ini dan mempersiapkan diri untuk masa depan. Bisnis yang tidak punya rencana untuk menghasilkan keuntungan bukanlah perusahaan yang beretika.
 Etika Bisnis itu berdasarkan nilai. Perusahaan yang beretika harus merumuskan standar nilai secara tertulis. Rumusan ini bersifat spesifik, tetapi berlaku secara umum. Etika menyangkut norma, nilai dan harapan yang ideal. Meski begitu, perumusannya harus jelas dan dapat dilaksanakan dalam pekerjaan sehari-hari.

SSumber :

http://dakayalay.blogspot.com/2010/11/tugas-etika-profesi.html


Nama   : Siti Diah Ayu Pratiwi
NPM   : 11209489
Kelas   : 4EA15
Universitas Gunadarma



Sabtu, 30 Juni 2012

tugas softskill bahas Indonesia


Apa itu SoftSkill ?


Softskill adalah matakuliah yang di laksanakan di universitas gunadarma yang hanya sekali sebulan bertemu dengan dosen

 Keunggulan :-  Mata kuliah softskill sangat menolong mahasiswa dalam mendapatkan nilai, karena mengerjakan tugasnya tidak begitu sulit.
-          Mata kuliah softskill juga membantu mahasiswa untuk mengenal lebih dalam dunia internet, karena setiap tugas softskill dimasukan ke dalam Blog,sehingga setiap mahasiswa wajib mempunyai blog.

 Keburukan : - Kebanyakan mahasiswa hanya meng copy tgsnya, mencari di google lalu dicopy ke blog tanpa mengetahui tulisan yang mereka copy yang penting ada materi yang disuruh dosen.
-          Waktu bertemu dosen yang terlalu lama membuat mahasiswa  malas-malasan dalam mengerjakan tugasnya.


Nama : Siti Diah Ayu Pratiwi
NPM : 13209870
Kelas : 3 EA 15
Universitas Gunadarma




Jumat, 29 Juni 2012

Tugas Softskill Bahasa Inggris ( Pengulangan )


B. Assigment
Someone like you (adele)
I heard
That you're settled down
That you
Found a girl
And you're
Married now

I heard
That your dreams came true.
Guess she gave you things
I didn't give to you

Old friend
Why are you so shy?
Ain't like you to hold back
Or hide from the light

I hate to turn up out of the blue uninvited
But I couldn't stay away, I couldn't fight it.
I had hoped you'd see my face and that you'd be reminded
That for me it isn't over

Never mind
I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
"Don't forget me," I begged
"I'll remember," you said
"Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead."
Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead,
Yeah.

You know how the time flies
Only yesterday
It was the time of our lives
We were born and raised
In a summer haze
Bound by the surprise
Of our glory days

I hate to turn up out of the blue uninvited
But I couldn't stay away, I couldn't fight it.
I had hoped you'd see my face and that you'd be reminded
That for me it isn't over.

Never mind
I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
"Don't forget me," I begged
"I'll remember," you said
"Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead."

Nothing compares
No worries or cares
Regrets and mistakes
They are memories made.
Who would have known
How bittersweet this would taste?

Never mind
I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
"Don't forget me," I begged
"I'll remember," you said
"Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead"

Never mind
I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
"Don't forget me," I begged
"I'll remember," you said
"Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead"

Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead




B. Translate
Someone like you
saya mendengar
Bahwa kau duduk
bahwa Anda
Ditemukan seorang gadis
Dan kau
menikah sekarang

saya mendengar
Itu impian Anda menjadi kenyataan.
Tebak dia memberikan Anda hal-hal
Aku tidak memberikan kepada Anda

teman lama
Mengapa kau begitu pemalu?
Tidak seperti Anda untuk menahan
Atau bersembunyi dari cahaya

Aku benci muncul dari biru tanpa diundang
Tapi aku tidak bisa tinggal jauh, aku tidak bisa melawannya.
Saya berharap Anda akan melihat wajahku dan bahwa Anda akan diingatkan
Itu bagi saya itu belum berakhir

sudahlah
Saya akan menemukan seseorang seperti Anda
Saya tidak berharap apapun selain yang terbaik untuk Anda juga
"Jangan lupa saya," pinta saya
"Aku akan ingat," kata Anda
"Kadang-kadang berlangsung cinta
Tapi kadang-kadang sakit sebagai gantinya. "
Kadang-kadang berlangsung cinta
Tapi kadang-kadang menyakitkan bukan,
Yeah.

Kau tahu bagaimana saat terbang
hanya kemarin
Itu adalah saat hidup kita
Kami lahir dan dibesarkan
Dalam kabut musim panas
Terikat dengan kejutan
Hari kemuliaan kami

Aku benci muncul dari biru tanpa diundang
Tapi aku tidak bisa tinggal jauh, aku tidak bisa melawannya.
Saya berharap Anda akan melihat wajahku dan bahwa Anda akan diingatkan
Itu bagi saya itu belum berakhir.

sudahlah
Saya akan menemukan seseorang seperti Anda
Saya tidak berharap apapun selain yang terbaik untuk Anda juga
"Jangan lupa saya," pinta saya
"Aku akan ingat," kata Anda
"Kadang-kadang berlangsung cinta
Tapi kadang-kadang sakit sebagai gantinya. "

Tidak ada yang membandingkan
Jangan khawatir atau peduli
Menyesal dan kesalahan
Mereka adalah kenangan dibuat.
Siapa yang akan tahu
Bagaimana ini akan terasa pahit?

sudahlah
Saya akan menemukan seseorang seperti
Dia
Saya tidak berharap apapun selain yang terbaik untuk
Dia juga
"Jangan lupa saya," pinta saya
"Aku akan ingat," kata Anda
"Kadang-kadang berlangsung cinta
Tapi kadang-kadang menyakitkan bukan "

sudahlah
Saya akan menemukan seseorang seperti
Dia
Saya tidak berharap apapun selain yang terbaik untuk
Dia juga
"Jangan lupa saya," pinta saya
"Aku akan ingat," kata
Dia
"Kadang-kadang berlangsung cinta
Tapi kadang-kadang menyakitkan bukan "

Kadang-kadang berlangsung cinta
Tapi kadang-kadang sakit

Nama : Siti Diah Ayu Pratiwi
Kelas : 3 ea 15
Npm : 13209870



Tugas Bahasa Inggris


A. Eror Analysis ( Adjective Clause )
  1. 1.     The book which I bought at the book store was very expensive
  2. 2.     The women that I met yesterday was nice
  3. 3.     The people who live next to me are friendly
  4. 4.     Imet a woman whose her hus band  is the famous us lawyer
  5. 5.     Do you know the people who lives in that house
  6. 6.     The professor who teaches chemistry lol is very good
  7. 7.     I wrote a thank you note to the people who I visited thar house on thanks giving day
  8. 8.     The people who  I met at the party last night were intresting
  9. 9.     I enjoyed the music which I listened to it
  10. 10  The man whose bicycle was stolen was very  
 Nama: Siti Diah Ayu Pratiwi
 Npm : 11209489
 Kelas : 3 ea 15
 Universitas Gunadarma